Tekan Angka Stunting dan Bentuk Generasi Cerdas, Airin Rico Waas Ajak Ibu di Kota Medan Berikan ASI Eksklusif
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Airin Rico Waas menekankan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Hal ini disampaikan Airin Rico Waas saat menghadiri Seminar Awam dan Workshop dengan tema ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat dan Cerdas di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang merupakan kerjasama TP PKK Kota Medan dengan RSIA Stella Maris ini diikuti 25 peserta yang merupakan kader TP PKK dari lima Kecamatan
Dalam sambutannya Airin Rico Waas mengajak para ibu untuk menjadikan ASI eksklusif sebagai pilihan utama demi masa depan anak yang gemilang. Karena ASI bukan sekadar nutrisi, melainkan perlindungan alami yang diberikan Tuhan untuk setiap bayi.
Dijelaskan Airin, berdasarkan data bahwa saat ini masih terdapat 162 balita di Kota Medan yang mengalami stunting dari total 79.926 balita. Menurut dirinya stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan pola asuh yang kurang tepat, seperti pemberian makanan padat terlalu dini.
"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan adalah kunci utama menurunkan angka stunting. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Kota Medan," kata Airin Rico Waas didampingi Ketua 1 Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kota Medan Ismiralda Wiriya Alrahman dan pengurus TP PKK Kota Medan.
Menyadari bahwa menyusui memiliki tantangan fisik dan emosional, Airin menekankan perlunya sinergi antara suami, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam mendampingi para ibu. Untuk itu dirinya mengapresiasi kehadiran konselor laktasi dalam acara tersebut untuk memberikan solusi praktis bagi masyarakat.
"Pertemuan ini sejalan dengan visi mewujudkan Medan Bertuah yang inklusif, maju, dan berkelanjutan. Saya berharap edukasi yang berkelanjutan dapat menghilangkan keraguan para ibu dalam memberikan ASI yang terbaik bagi buah hatinya", ucap Airin Rico Waas.
Sebelumnya Direktur RSIA Stella Maris, Dr. Saiful Ramadhan menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan para ibu dalam memberikan ASI secara optimal bagi bayi mereka.
Menurutnya, Pihak RSIA berharap para kader yang hadir tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan bagi masyarakat. "Peserta yang merupakan kader TP PKK Kota Medan diharapkan menjadi garda terdepan yang mendampingi para ibu di lapangan dalam menghadapi berbagai kendala terkait pemberian ASI", ujarnya.
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan
Hal ini disampaikan Airin Rico Waas saat menghadiri Seminar Awam dan Workshop dengan tema ASI Eksklusif untuk Generasi Sehat dan Cerdas di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Stella Maris, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang merupakan kerjasama TP PKK Kota Medan dengan RSIA Stella Maris ini diikuti 25 peserta yang merupakan kader TP PKK dari lima Kecamatan
Dalam sambutannya Airin Rico Waas mengajak para ibu untuk menjadikan ASI eksklusif sebagai pilihan utama demi masa depan anak yang gemilang. Karena ASI bukan sekadar nutrisi, melainkan perlindungan alami yang diberikan Tuhan untuk setiap bayi.
Dijelaskan Airin, berdasarkan data bahwa saat ini masih terdapat 162 balita di Kota Medan yang mengalami stunting dari total 79.926 balita. Menurut dirinya stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan pola asuh yang kurang tepat, seperti pemberian makanan padat terlalu dini.
"Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan adalah kunci utama menurunkan angka stunting. Ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia di Kota Medan," kata Airin Rico Waas didampingi Ketua 1 Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Kota Medan Ismiralda Wiriya Alrahman dan pengurus TP PKK Kota Medan.
Menyadari bahwa menyusui memiliki tantangan fisik dan emosional, Airin menekankan perlunya sinergi antara suami, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam mendampingi para ibu. Untuk itu dirinya mengapresiasi kehadiran konselor laktasi dalam acara tersebut untuk memberikan solusi praktis bagi masyarakat.
"Pertemuan ini sejalan dengan visi mewujudkan Medan Bertuah yang inklusif, maju, dan berkelanjutan. Saya berharap edukasi yang berkelanjutan dapat menghilangkan keraguan para ibu dalam memberikan ASI yang terbaik bagi buah hatinya", ucap Airin Rico Waas.
Sebelumnya Direktur RSIA Stella Maris, Dr. Saiful Ramadhan menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan para ibu dalam memberikan ASI secara optimal bagi bayi mereka.
Menurutnya, Pihak RSIA berharap para kader yang hadir tidak hanya menyerap ilmu untuk diri sendiri, tetapi juga mampu menjadi perpanjangan tangan bagi masyarakat. "Peserta yang merupakan kader TP PKK Kota Medan diharapkan menjadi garda terdepan yang mendampingi para ibu di lapangan dalam menghadapi berbagai kendala terkait pemberian ASI", ujarnya.
Sumber: Dinas Kominfo Kota Medan