Gagas Masa Depan Digital, Airin Rico Waas Dukung Medan Coding Competition 2026
Ketua TP PKK Kota Medan, Airin Rico Waas mendukung penuh penyelenggaraan Medan Coding Competition 2026 yang akan diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Medan berkolaborasi dengan Brida Kota Medan.
Dukungan tersebut disampaikan Airin saat menerima audiensi pengurus IWAPI Kota Medan, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Kamis (7/5/2026).
Bagi Airin, event ini bukan sekadar kompetisi teknis, melainkan sebuah wadah untuk menempa pola pikir kreatif anak-anak Medan sejak usia dini. Menurutnya, penting melatih anak-anak untuk berani bersaing secara positif di era digital. Apalagi literasi teknologi harus dimulai sejak dini agar anak-anak tidak hanya menjadi konsumen konten, tetapi juga mampu menciptakan solusi.
"Ini acara yang sangat bagus dan futuristik. Anak-anak dilatih untuk berpikir, berkompetisi, dan berkembang dalam hal positif. Insya Allah, saya akan hadir dan mendukung penuh kegiatan ini," kata Airin dengan antusias.
Tidak hanya bicara soal baris kode dan algoritma, Airin yang juga menjabat sebagai Ketua Dekranasda Kota Medan itu juga membawa misi penguatan ekonomi lokal. Ia mendorong IWAPI untuk menggandeng lebih banyak pelaku UMKM dalam perhelatan tersebut. Airin ingin produk lokal yang nantinya dipamerkan telah melalui kurasi ketat agar dapat dipajang di galeri Dekranasda yang tengah dipersiapkan.
"Produk yang masuk harus benar-benar siap, mulai dari kualitas, kemasan, label hingga identitas produk,"tambahnya.
Satu hal yang menarik perhatian adalah ambisi Airin yang ingin mempopulerkan Andaliman, rempah khas Sumatera Utara. Ia secara spesifik menyebutkan potensi Andaliman Salt sebagai produk unggulan yang bisa menjadi identitas kuliner Medan di panggung nasional maupun internasional.
"Saya ingin andaliman bisa mendunia. Kalau ada produk unggulan seperti itu, pasti akan saya bawa dalam berbagai event, termasuk event nasional," ungkapnya.
Sementara itu Plt Ketua DPC IWAPI Kota Medan, Yoshida Sary menjelaskan, bahwa kompetisi yang akan digelar pada 9-10 Mei mendatang ini bersifat inklusif. Tercatat ada sebanyak 616 peserta yang telah mendaftar, mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi.
"Untuk kategori SD kelas 1-3, akan diadakan coding unplugged (coding tanpa komputer) guna memperkenalkan logika dasar pemrogaman dengan cara yang menyenangkan,"sebutnya.
Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan